Ini yang Dilakukan Pihak Bandara, Awak Kabin, dan Pilot sebelum Take Off

Bekerja di dunia penerbangan bukan hal yang mudah karena hampir semua pekerja yang ada di bandara memiliki peran penting untuk keselamatan semua penumpang. Baik itu dari pihak bandara, awak kabit, dan pilot sendiri. Di dalam dunia penerbangan ada yang namanya take off atau lepas landas. Sebelum dinyatakan pesawat boleh lepas landas, kondisi pesawat harus benar-benar dalam kondisi baik. Selain kondisi pesawat, pilot dan penumpang juga harus dalam kondisi yang siap. Oleh karena itu, untuk kepentingan dunia penerbangan agar tidak terjadi hal buruk yang melanda, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh pihak bandara, awak kabit, dan pilot sebelum take off. Adapun yang harus dilakukan seperti beberapa hal berikut ini.

Mengecek penumpang

Adapun yang harus dilakukan oleh pihak bandara sebelum take off yang pertama adalah mengecek penumpang. Ini sangat penting untuk dilakukan oleh petugas bandara melakukan pengecekan pada penumpan dan juga sudah menjadi tanggung jawab petugas. Saat melakukan pengecekan penumpang ini, pihak terkait tidak hanya melakukan pemeriksaan pada diri Anda, tapi juga pada barang bawaan yang dibawak. Petugas harus memastikan jika barang-barang yang dibawak bukan barang yang berbahaya dan juga dilarang selama penerbangan. Selain itu, petugas akan mencocokan identitas penumpang yang tertera pada borading pass. Guna melakukan pengecekan ini agar saat pesawat telah lepas landas tidak ada yang membahayakan.

Melakukan pemeriksaan kesehatan

Yang satu ini sangat penting k dilakukan oleh seorang pilot. Pilot merupakan profesi yang memiliki tanggung jawab yang besar atas keselamatan penumpang. Oleh karena itu, sebelum take off pilot harus melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Wajib hukumnya bagi pilot yang ingin menerbangkan pesawat untuk melakukan hal ini. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, maka bisa tahu layak tidak seorang pilot untuk menerbangkan pesawat. Pemeriksaan ini akan dilakukan oleh pilot 2 jam sebelum take off karena banyak yang akan diperiksaa baik itu tekanan darah dankondisi kesehatan lainnya. Pihak terkaitan harus benar-benar memastikan bawah pilot dalam kondisi yang sehat.

Mengecek kondisi pesawat

Tidak sedikit juga masalah yang terjadi saat take off terletak pada pesawat itu sendiri. Oleh karena itu, yangharus dilakukan selanjutnya sebelum take off adalah mengecek kondisi pesawat terlebih dahulu. Mengecek bagian ini sangat penting untuk dilakukan oleh pihak bandara. Ada banyak yang harus Anda cek mengenai kondisi pesawat seperti bahan bakar, tekanan ban, fungsi sistem dan kontrol di dalam pesawat, tombol-tombol yang ada di dalam pesawat, alat penyelamat, dan lain sebagainya. Ini semua kudu untuk diperhatikan dengan baik demi keselamatan ratusan nyawa penumpang. Selain itu, tidak ada salahnya pilot juga harus memastikan kembali bawah kondisi pesawat memang siap untuk digunakan.

Melakukan demo keselamatan

Demi keselamatan semua penumpang, maka yang harus dilakukan sebagai petugas awak kabit (pramugari/pramugara) adalah melakukan demo keselamatan terlebih dahulu kepada penumpang. Anda harus memberikan arahan mengenai cara menggunakan baju pelampung dan memberi tahu bahawa tidak bolehnya menghidupan elektronik seperti hp. Pastikan penumpang telah mematikan telepon saat akan take off. Selain itu, sebagai awak kabit harus memberitahu keberadaan kartu petunjuk keselamatan penumpang yang ada di tempat duduk.

Berprofesi menjadi bagian dari dunia penerbangan baik itu yang berada di badara atau juga di dalam pesawat, pastinya memiliki tangung jawab besar atas keselamatan penumpang.

Ketahui Hal-Hal yang Mempengaruhi Gaji Pilot

Dari sekian banyak profesi, pilot menjadi salah satu profesi yang dicita-citakan kebanyakan orang. Meskipun sejumlah orang tidak berhasil meraih cita-cita menjadi pilot karena keterbatasan dana, kekurangan fisik, kesehatan yang kurang optimal, dan faktor-faktor lainnya. Selain memiliki kebanggaan tersendiri ketika berseragam pilot, gaji tinggi yang diperoleh menjadi alasan mengapa profesi pilot begitu diminati. Tersiar kabar bahwa gaji pilot mencapai puluhan juta rupiah per bulannya. Sebetulnya besar kecilnya gaji pilot dipengaruhi oleh beberapa hal. Tahukah Anda hal-hal yang mempengaruhi gaji pilot? Jika belum, simak di bawah ini:

Maskapai tempat bekerja

Di mana pilot bekerja? Inilah yang menjadi penentu besar kecilnya gaji pilot. Ketika pilot bekerja di maskapai penerbangan yang bonafit, gaji bulanan yang diperoleh tentunya tinggi. Hal ini sesuai mengingat airline bonafit pastinya menawarkan tarif yang cukup mahal untuk satu kali penerbangan. Ingin gaji tinggi? Silakan apply kerja di airline bonafit pasca lulus sekolah pilot. Sayangnya, tidak mudah menjadi penerbang di maskapai penerbangan terkemuka. Seleksi yang dilakukan oleh pihak airline bakal sangat ketat. Sekedar saran, sebagai fresh graduate sebaiknya jangan terlalu fokus untuk bekerja di maskapai bonafit. Hal yang paling penting adalah bisa lolos seleksi entah di maskapai bonafit atau bukan. Setelah masa kerja habis, Anda bisa manfaatkan pengalaman yang dimiliki untuk menjadi pilot di airline ternama.

Jam terbang yang dimiliki

Jam terbang adalah waktu yang dihitung mulai dari menghidupkan mesin. Bagi fresh graduate, jam terbang menjadi modal agar cepat diterima maskapai penerbangan selain kemampuan bahasa Inggris, lisensi, kesehatan, dsb. Bagi pilot yang sudah lama bekerja di airline, jam terbang menjadi modal untuk naik jabatan. Di samping itu, jam terbang juga menjadi pendongkrak gaji. Makanya, seorang pilot penting untuk terus menambah jam terbang. Misalnya dengan menjadi instruktur penerbangan di sekolah pilot, menerbangkan pesawat tanpa digaji, atau dengan mengikuti program pendidikan lagi di sekolah pilot.

Masa kerja sekaligus jabatan yang diemban

Sama seperti profesi lainnya, gaji untuk profesi dalam dunia penerbangan pun ditentukan oleh masa kerja. Pengalaman yang banyak akan sangat dihargai oleh pihak maskapai dengan memberikan gaji yang lebih tinggi dibanding pilot yang baru meniti karir. Di samping itu, jabatan yang diemban juga menjadi penentu besar kecilnya gaji. Pilot yang baru meniti karir di maskapai penerbangan memiliki jabatan sebagai second officer yang memperoleh gaji sekitar 20 jutaan per bulan. Ketika telah menjadi first officer, gaji yang diperoleh sekitar 40 jutaan per bulan. Apabila sudah lebih kurang 4 tahun, karir akan makin menanjak menjadi junior captain yang bakal mengantongi gaji bulanan sekitar 45 juta per bulan. Setelah memiliki 1500 jam terbang atau telah mengantongi lisensi ATPL, akan naik jabatan sebagai senior captain dengan penghasilan bulanan mencapai 70 jutaan. Perlu diketahui bahwa kisaran gaji ini diambil dari salah satu maskapai bonafit di Indonesia.

Itulah beberapa hal yang mempengaruhi besar kecilnya gaji seorang penerbang. Semoga informasi di atas dapat menambah pengetahuan Anda tentang profesi prestise sekaligus elit ini. Makin tertarik menjadi pilot airline? Buruan bergabung di sekolah pilot terpercaya.